Pasca MotoGP Misano: Ego Ingin Menang dan Kencang, Jadi Kelemahan Terbesar Marquez!

Maniakmotor – Dengan memenangkan GP Misano, Marc Marquez memenangkan Grand Prix ke-3 nya tahun ini. Dimana sebelumnya doski juga bisa menang di Sachssenring, dan Austin, menunjukan musim yang paling menyulitkan buat dirinya.

Tahun ini layaknya ujian yang lebih berat bagi Marquez, mulai dari tantangan fisik akibat cederanya yang ia baru alami. Hingga mentalnya yang harus menerima keadaan dengan lapang dada, dan harus mendekati balapan dengan mental yang berbeda.

Menurutnya karirnya seperti berubah 180 derajat, dari yang tadinya menang terus dan menunggu kalah. “Sekarang kita harus benar – benar siaga dan waspada saat menang, karena kita tidak tahu kapan bisa menang selanjutnya.” Tukas Marquez yang benar – benar merayakan kemenangannya di Misano kemarin.

Seperti yang kita tahu, ia memiliki masalah pada bahu kanannya, dan bahunya itulah yang menjadi pembatas untuk dirinya bisa menang. “Kadang saya memaksakan diri saya di atas motor. Dan ketika saya melakukannya, saya malah membuat kesalahan dan kadang bahkan hingga terjatuh, seperti pada sesi latihan kemarin atau di Silverstone lalu.” Cerita Marquez yang waktu itu turut membawa Jorge Martin dalam kecelakaannya.

Ia mengaku bahwa cederanya ini tidak berefek sama sekali membuat nyalinya ciut. “Bukan jadi takut, namun cedera ini justru menjadi batasan saya di kepala dan hati saya yang akan selalu mengingatkan saya untuk tidak membawa motor seperti sebelumnya.” Terang Marquez yang terkenal dengan gaya membawa agresif.

Marc tahu bahwa cederanya ini tidak bisa diakhiri dalam sekejap mata, dan tiap serinya ia selalu mengalami cobaan. “Karena sejujurnya untuk menerima ‘harus’ kalah adalah hal yang berat untuk saya. Namun tahun ini saya menerimanya dengan baik dan selalu berharap bisa tampil lebih baik lagi.” Tutup Marquez dengan optimis akan MotoGP musim depan.

Raider

BAGIKAN