Pasca Tes Mandalika: Ducati GP22 Jauh Berbeda, Bagnaia Habiskan 210 Putaran PDKT!

Francesco Bagnaia Dengan GP22 Full Painted Livery di Mandalika

Maniakmotor – Runner up juara dunia 2021, Francesco Baganaia dengan mengejutkan tidak pernah memimpin, bahkan jarang muncul di bagian depan rangkaian tes pra musim MotoGP. Hasil terbaiknya adalah ke-5, sementara 3 dari 5 penampilannya berada di luar urutan 10 besar.

Empat kemenangan tahun lalu mulai dipertanyakan, kemana performa membawa motor spektakulernya itu di tahun 2021. Padahal kalau dilihat dari perkembangan teknologi, Ducati yang paling berkembang banyak hingga jadi buah bibir orang – orang di Paddock MotoGP.

Nyatanya performa GP21 sudah tergali hinga ke akar, membuat motor Italia model lawas itu jauh lebih kompetitif untuk saat ini. “Kedua kuda besi ini adalah dua tipe yang jauh berbeda, baik mesin dan chasis, semuanya berbeda. Sehingga saya harus sedikit merubah beberapa hal dalam riding style, dan konsentrasi dalam mengendarai GP22,” tukas Bagnaia dengan muka muka capek menempuh 210 putaran untuk PDKT alias pendekatan selama rangkaian tes pra-musim 2022 itu.

Dari 210 putaran yang ditempuh itu berbagai hal ia temukan, “saya jadi mengerti bagaimana membawa motor ini dengan cepat hanya untuk 1 putaran. Untuk kontrol ritme, motor juga sangat OK, sirkuit yang bersih di Mandalika hari ke-2 dan hari ke-3 juga sangat membantu untuk melakukannya,” terang Bagnaia.

Hal itu juga jadi sedikit harpaan cerah buat dirinya, dimana Ducati GP22 masih memiliki sesuatu di belakang mesin terbarunya itu. “Yang jelas, motor baru ini memiliki potensi lebih tinggi dari motor tahun lalu. Karakter sedikit mirip dengan GP21, hanya saja memiliki lebih banyak kekuatan di dalam mesin dan pengereman, begitupun dengan akeselerasi mesin,” jelas sang pembalap Italia yang juga didikan Rossi itu.

Akan tetapi Bagnaia enggak bisa santai – santai dengan perkembangan Ducati yang bisa dibilang cuma secuil ini, terutama ketika dibanginkan dengan rival – rivalnya. “Betul banyak yang semakin kuat mengembangkan motornya. Mulai dari Honda, Suzuki, Aprilia, banyak yang berkembang pesat,” lanjut Pecco.

Artinya, Bagnaia juga tetap sadar akan berbagai ancaman yang menantinya. “Tentu saja saya merasa cukup baik dengan perkembangan kami sejauh ini, kendati demikian, bukan saya saja yang merasa seperti itu, saya yakin yang lain juga. Saya sendiri sadar, bahwa disini saya bukan favorit tapi Fabio Quartararo sang juara dunia,” tutup Pecco dengan rendah hati.

Sebenarnya berbicara tentang favorit, di Ducati sendiri posisinya bisa tersalip. Di tes Mandalika kemarin, Luca Marini bisa jadi yang tercepat di antara para pembalap Ducati dengan cetakan waktu di posisi ke-3 hasil kombinasi. Sementara Bagnaia hanya bisa berada di posisi ke-5.

MM

BACA JUGA

Pasca Tes Mandalika: Pakai Aspal Non-Standard MotoGP? Batu – Batu Jadi Peluru!

Pasca Tes Mandalika: Simulase Race, Quartararo Paling Konstan! Tapi Yamaha M1 Udah Limit!