Pasca Tes Mandalika: Perang Politik, Ducati Buat Teknologi Enggak Guna, ‘Zaman Batu’?

    Maniakmotor – Ketenganan musim 2022 bukan hanya sebatas di antara para joki, namun juga antara pabrikan. Terutama berbicara teknologi, dimana Ducati selalu membawakan hal baru yang anti-mainstream di setiap tahunnya. Kali ini, mereka membawa automatic front-leveler, atau perubah ketinggian bagian depan motor otomatis.

    Tentu saja ini langsung membuat berbagai kontroversi dari tim – tim lainnya. Pasalnya teknologi ini memiliki harga yang mahal untuk diriset. Sementara untuk motor produksi massal udah pakai elektronik punya. Artinya, Ducati berkutat dengan teknologi yang udah enggak ada gunanya.

    Ducati Front Leveler

    Maksud enggak guna, karena seperti yang kita tahu, MotoGP adalah tahap awal pembaharuan untuk motor massal. Bila di motor massal sudah pakai elektronik, ngapain lagi membuang duit dan waktu untuk sistem yang kuno? kan pada akhirnya tetap kembali ke elektronik, kira – kira begitu menurut KTM.

    Tapi masalahnya, KTM juga enggak bisa apa – apa, dan lebih baik mengikuti. Wong enggak langgar peraturan MSMA kok, “kan yang penting tidak menyentuh elektronik,” tutur Paolo Ciabatti yang kupingnya gatal saat dikritik KTM.

    “Ducati berinovasi sambil tetap memenuhi peraturan, saya piki tidak ada lagi yang perlu ditambahkan,” tutup Ciabatti terhadap kritikan pedas itu.

    Sistem front-leveler yang ketinggalan jaman ini, dijelaskan untuk selalu diaktifkan. Yaitu setiap kali memasuki tikungan, dan keluar tikungan. Memang terdengar sangat kuno, apalagi yang elektronik sifatnya benar – benar otomatis.

    MM

    BACA JUGA

    Moto3: Enggak Puas 250cc, Ana Carrasco Mau Bisa Ke MotoGP!

    Pasca Tes Mandalika: Poncharal Percaya, Raul Fernandez Akan Dilamar Banyak Pabrikan!