Podium Pertama Pedro Acosta di MotoGP Portimao 2024: Rookie Ajaib yang Berhasil Taklukkan 4 Pembalap Tersulit!

Maniakmotor.com — MotoGP Portimao 2024 menjadi momen legendaris bagi sang rookie KTM tim GasGas Tech3 Racing, Pedro Acosta. Pembalap yang baru berusia 19 tahun itu untuk pertama kalinya meraih podium, Juara ke-3, setelah Enea Bastianini (kedua) dan Jorge Martin (pertama). Yap, bisa dibilang anak bontot tak berkeluarga, Acosta jadi satu-satunya yang berhasil membalap 4 pembalap tersulit sekaligus.

Mereka adalah Jack Miller, Brad Binder, Marc Marquez, dan Francesco Bagnaia. Keempat pembalap legend yang memiliki prestasi gaspol-nya masing-masing. Tak heran kenapa mereka bisa diklaim sebagai rider tersulit untuk dilampaui di trek. 

“Acosta adalah hadiah yang paling dibutuhkan di MotoGP saat ini. Dia membuat segalanya terlihat mudah saat melibas sirkuit dengan RC16-nya itu, layaknya tanpa usaha,” ungkap Michael Laverty, sang komentator MotoGP, Maniak Motor lansir dari Crash pada Selasa, 26 Marer 2024.

Bahkan wawancara Acosta sekalipun di podium. Dia menunjukkan punya segalanya, baik itu karisma, kecepatan, gaya, dia melakukannya dengan orisinil penuh percaya diri,” sambung Laverty lebih lanjut.

Laverty juga menambahkan penilaian doi terhadap Acosta. Baginya, Acosta memiliki keunggulan dalam hal kemampuan rasionalisasi yang baik ketika balapan. Sang rookie KTM tersebut dapat mengontrol dengan sangat baik bagaimana dirinya ketika keluar jalur hingga ke bagian trek yang kotor dengan skating di belakang.

Sang the next baby alien KTM tersebut mampu untuk memperhitungkan dan mencsri tahu gimana dirinya bisa melakukan kontrol tersebut setiap dibutuhkan. Pun ketika Acosta menghadapi Bagnaia di trek, dirinya benar-benar memikirkan dengan matang akan seperti apa penyerangan yang doi lakukan ke Juara Dunia musim lalu tersebut. Yap, bisa dibilang sebagai rookie yang penuh strategi.

“Luar biasa. Ketika dia turun ke bagian dalam yang kotor hingga bagian belakang skating. Acosta seharusnya bisa saja menyerah karena dia hampir  kehilangan waktu.  Akan tetapi, tekanan ban depannya menembus atap. Dia  memberikan serangan tepat di Tikungan 3. Hal yang cemerlang darinya, dia (Acosta) memotong ke belakang, menyandarkannya kembali ke dalam, dan tidak memberi kesempatan pada Bagnaia untuk kembali.” Tutup Laverty di akhir komentarnya.

-XiuXiu-