Rahasia Tensioner Hidrolik di Yamaha Lexi LX155: Tonjokan Keteng yang Canggih!

    Maniakmotor – Yamaha Lexi LX155 kini tampil dengan teknologi terbaru, yaitu tonjokan keteng atau tensioner hidrolik. Penasaran gimana cara kerjanya? Yuk, kita bahas secara santai!

    Secara simpel, tensioner hidrolik pada Yamaha Lexi LX155 mirip dengan tonjokan keteng konvensional. Menurut Ferry Nurul Fajar dari Technical & Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, “Dari mekanismenya, tenisioner (tonjokan keteng) hidrolik sama dengan tensioner pada umumnya.”

    Tapi, bedanya ada di dalam. “Jadi seperti sokbreker depan maupun belakang, spring (per) tensionernya berada di dalam,” jelas Ferry.

    Untuk menjaga ketegangan rantai keteng, tensioner hidrolik memerlukan tekanan dari oli mesin. Oli tersebut hanya masuk sekali sekitar 5 cc, dengan tekanan sekitar 30 Kpa. Ferry menjelaskan, “Kalau tekanan tensionernya sudah keras, enggak perlu dikasih oli mesin lagi.”

    Ketika mesin dinyalakan, oli mesin akan sirkulasi dan masuk ke lifter tensioner. Ferry menambahkan, “Dari pompa oli, sebagian oli mesin akan masuk ke dalam tensioner hidrolik untuk memberi tekanan.”

    Tentu saja, dengan teknologi ini, tensioner hidrolik pada Yamaha Lexi LX155 membutuhkan perawatan yang lebih minim dan lebih tahan lama. Ferry menutup penjelasannya dengan, “Nah, kalau tekanannya berlebih akan dibuang melalui jalur di samping tensioner.”

    Jadi, dengan tonjokan keteng canggih ini, Yamaha Lexi LX155 memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman dan minim perawatan. Hanya perlu perhatikan saat mengganti tensioner, yang memang memerlukan bongkar tonjokan keteng.