Rangka ZX25R Gampang Kropos? Jadi Alasan Direcall Kembali?

Maniakmotor.com – Kabar terbaru dari Kawasaki Motor Indonesia (KMI) pasti bikin heboh, nih! Mereka baru-baru ini mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) untuk motor sport 250 cc 4 silinder andalan mereka, Kawasaki Ninja ZX-25R.

Langkah ini diambil setelah sebelumnya Ninja ZX-25R juga mengalami recall di Malaysia dan Jepang. Jadi, apa sebenarnya masalah yang sedang dihadapi oleh motor sport keren ini?

Berdasarkan informasi dari surat edaran tim service, PT KMI mengeluarkan pemberitahuan kepada para pemilik Kawasaki Ninja ZX-25R untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap komponen rangka di dealer resmi Kawasaki di Indonesia.

Dan, sebagai bentuk apresiasi kepada konsumen setia Kawasaki, PT KMI memberikan ‘Free Scan Engine (VDR)’ bagi pemilik sepeda motor ini.

Menurut Kawasaki Jepang, masalah utamanya terletak pada lubang drainase yang tidak ditempatkan dengan benar pada rangka motor. Hal ini bisa menyebabkan air tertahan di dalam rangka untuk jangka waktu yang lama, terutama saat berkendara di tengah hujan atau mencuci kendaraan.

Risikonya? Cat terkelupas akibat karat di sekitar lubang drainase. Solusinya? Lubang drainase akan ditambahkan di bagian bawah kiri dan kanan rangka pada semua kendaraan yang terkena dampak.

Dan, jika cat sudah terkelupas, proses pengecatan akan dilakukan, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit.

Tidak hanya Kawasaki Ninja ZX-25R, unit lain yang terdampak perbaikan ini adalah Kawasaki ZX-25RR dan ZX-4R. Namun, jumlah motor yang terkena dampak dari kampanye recall ini belum diungkap oleh Kawasaki Indonesia.

Para pemilik ZX-25R, ZX-25RR, dan ZX-4R diharapkan untuk segera menghubungi dealer resmi Kawasaki untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Dengan langkah ini, diharapkan keselamatan dan kenyamanan pengguna Kawasaki Ninja ZX-25R dan varian lainnya dapat terjamin.

Kawasaki Motor Indonesia menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan layanan terbaik kepada konsumen dengan mengambil tindakan preventif sejak dini untuk mengatasi masalah yang timbul. Dengan begitu, pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan selalu menjadi prioritas utama.