Remy Gardner Minta Dorna Tak Samakan MotoGP dan WSBK, Sebut Sprint Race ‘Gila’!

    Maniakmotor – Joki baru Yamaha WSBK, Remy Garder minta Dorna tak samakan MotoGP dan WSBK. Menurutnya, ide sprint race di MotoGP dan 3 balapan tiak akhir pekan untuk WSBK adalah 2 hal yang jauh berbeda.

    Banyak variabel yang menurutnya membuat sprint race di MotoGP jadi hal yang terlalu menyulitkan pembalap. Apalagi mengingat MotoGP memakan tenaga fisik jauh lebih besar ketimbang WSBK yang merupakan motor jalanan.

    “MotoGP berlangsung 21 akhir pekan dalam setahun, tuntutan fisik pada motor GP sangat gila. Mengendarai motor MotoGP benar-benar sulit. Kekuatan yang dihabiskan sangatlah luar biasa ketika anda  mengerem dan berakselerasi, itu tetap terasa walau saat ini banyak perangkat pengendaraan sudah ada,” kata Gardner.

    “Semuanya sangat ekstrim dan melelahkan, saya sangat terpukul pada hari Senin setelah akhir pekan balapan. Mengendarai balapan ekstra adalah kerja keras,” sambungnya.

    Remy Gardner berbicara dari pengalaman sebagai pembalap MotoGP di KTM Tech 3

    Menurutnya, tempo 21 seri yang ada di musim MotoGP benar-benar memainkan peran terhadap argumennya. Karena kalau dilihat kembali, hanya ada 12 seri di sisi WSBK, artinya 3 balapan yang ada setiap akhir pekan pun tidak begitu terasa karena para pembalap bisa beristirahat dengan waktu yang lebih lama.

    Tentu saja semua orang memberikan segalanya selama tiga hari, tetapi setelah itu Anda punya waktu untuk pulih. Di MotoGP Anda pulang pada hari Senin dan setelah seharian berlatih Anda sudah berangkat ke balapan berikutnya,” ucapnya.

    “Saya juga berasumsi bahwa Superbike tidak akan menuntut secara fisik – mungkin saya salah tentang itu. Tapi mereka memiliki rem baja dan tenaga yang lebih kecil,” pungkasnya mengharapkan motor WSBK bisa lebih mudah dibawa ketimbang motor prototipe MotoGP yang menggunakan rem karbon. 

    Kalau bro dan sister ingat, rata-rata pembalap yang merasakan rem karbon pertama kali pasti langsung kaget. Raul Fernandez dan Remy Gardner di tahun 2022 misalnya, terkejut-kejut ketika merasakan betapa pakemnya rem karbon di KTM RC16. Beda dengan rem baja yang cenderung lebih kalem dan tidak begitu menuntut fisik bagi para pembalap.

    Raider

    BACA JUGA

    Jorge Martin Jadi Joki ke-2 yang Pakai Helm Alpinestar di MotoGP! Kabar Helm Indonesia?

    Tak Takut Kutukan Nomor 1, Francesco Bagnaia Siap Lampaui Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Hingga Nicky Hayden?