Road Race 2017: F1ZR ‘Soimah’, Nafas Panjang, Tenaga Smooth, Sukses Podium!

Dedy Fermadi, F1ZR, Kebumen
Dedy (4) in action

ManiakMotor – Tinggi eksos 26 mm bila diukur dari bibir atas blok. Lebarnya juga dibuat jadi 39 mm. Angka itu menentukan karakter F1ZR korekan Dendit yang dipacu Dedy Fermadi, mantan rider nasional saat berlaga  di kelas YCR7 dalam ajang  Yamaha Cup Race (YCR) Kebumen, Jateng (5-6/8).

Bibir atasa blok dan kepala silinder

Katanya, motor mampu lebih teriak diputaran atas, napas pun jadi lebih panjang. Macam napas Dedy yang tetap panjang meski tak lagi muda (36 tahun).  Saat bertarung dalam 12 lap di sirkuit alun-alun Kebumen dengan panjang 900 meter-an, ia merasa fisik udah terkuras. Padahal, baru menempuh 6 lap, tapi tenaga motor tetap ngisi.

“Cepat keluar di empat tikungan putar balik dan naik cepat di dua straight,”puji Dedy yang akhirnya bisa naik podium kedua dari 21 starter yang bertarung di final kelas legenda itu. Kuncinya, katanya kudu pintar menahan gas, biar rpm tidak mudah turun. Apalagi, lubang buang lebih tinggi bisa mesin ngok di putaran bawah.

Ilmu nahan rpm sebagai mentor di D45 Racing Academy, Dedy paham betul. “Karakter power smooth, kompresi di setting di 11,5 :1 dengan sudut squish 7° dan lebar 14 mm, isi head 10,5 mm,”beber Dendit, juru korek F1ZR yang mengibarkan bendera tim  D45 Soimah Z.Umar D2T Motorsport. Ini tim yang didukung sepenuhnya oleh artis papan atas Soimah.

“Kapasitas silinder masih 116 cc dengan diameter silinder 53 mm. Settingan knalpot standart bobok produk D2T Muffler,”lanjut Dendit yang juga ortu dari rider AHRT Rheza Dhanica Arhains. Infonya, kolaborasi Dedy dan Dendit ini bakal berlanjut dengan riset underbone. Ardel