Setuju Matikan Balap Slip Stream Seperti WSSP300 dan Moto3, Vinales Sebut Hanya Adu Motor ‘Tanpa Bakat’!

Maniakmotor – Siapa yang enggak suka sama balap model beregu dengan banyak aksi slip stream seperti WSSP300 atau Moto3. Rupanya ada yang enggak suka, doski adalah juara dunia Moto3 tahun 2013, Maverick Vinales.

Bukan hanya karena model balapan itu memakan korban jiwa, adik sepupunya Dean Vinales.

Tapi kalau dari argumentasinya, bisa diperdebatkan menjadi alasan kuat kelas adu slip stream seperti WSSP300 atau Moto3 memang benar enggak ada gunanya. Itu kalau kita memposisikan diri sebagai pihak yang netral.

Katanya sih, di kelas semacam ini skill atau bakat enggak banyak digunakan untuk bisa bersaing. Terutama berbicara kelas WSSP300 dengan kecepatan maksimal yang ada di angka 150km/jam an, menurutnya semua orang bisa juara, bahkan yang start dari posisi ke-20, dan itu ada benarnya.

“Ketika saya masih muda, saya harus mengendarai 125. Entah Anda memiliki bakat di kelas atau tidak mungkin menang atau bahkan mengikuti orang baik. Saya ingat bagaimana saya masuk ke Piala Dunia. Pertama kali saya mencoba mengikuti seseorang, saya sangat kesulitan,” ujar Maverick Vinales yang menjadi salah satu pembalap aktif terakhir dari generasi dua tak.

Tetapi pada saat ini, bahkan di Moto3. Tentu ada beberapa pengemudi punya bakat tinggi, tetapi mereka semua tetap bersama hingga garis finis. Di masa lalu tidak seperti itu. Bakat membuat lebih banyak perbedaan daripada motor, yang sedikit lebih cepat atau lebih lambat,” kata Vinales membandingkan.

Selain masalah menggunakan skill atau tidak, tentu saja Vinales berbicara aspek keamanan kelas ini yang menurutnya tidaklah begitu baik.

Setelah Dean Berta Vinales, jangan lupa dengan korban Moto3 Jason Dupasquier (19) dan pembalap ETC Hugo Millán (14) yang meninggal tahun lalu. Yang dikriitk bukan batasan umur, tapi Maverick Vinales fokus pada aspek lain.

“Menurut saya, masalah di Supersport 300 adalah motornya berbobot 160 kg dan tidak bisa mencapai kecepatan apa pun. Kemudian 30 pengemudi bersama-sama dan jelas bahwa jika satu jatuh di depan Anda, tidak mungkin untuk menghindarinya,” ujar Vinales. 

“Saya mencoba 300-an, saya mengendarainya. Ini adalah sepeda yang sangat mendasar, tanpa tenaga, yang dapat dikendarai oleh semua orang dalam kelompok. Bahkan jika seorang pengemudi dua detik lebih lambat, dia bisa tetap dengan yang pertama jika dia mengikutinya. Dan itulah intinya,” pungkasnya. 

Yang pasti kalau berbicara balap adu slip stream, maka Vinales enggak hanya nyentil kelas Moto3 atau WSSP300.

Doski juga nyentil balap di asia seperti UB150 dan AP250 yang sangat berorientasi pada adu kecepatan motor dan curi-curian angin.

Gimana perasaan joki-joki di kelas itu yang disebut ‘tanpa bakat’? Hmmm….ill

 

Raider

BACA JUGA

Sekelas MotoGP Aja Percaya RCB Jadi Partnya! Bro dan Sister Boleh Tengok Buktinya