Stoner Lebih Suka Ketika Bersama Honda Dibanding Ducati! Kenapa?

Maniakmotor – Pensiunan MotoGP Casey Stoner yang muncul di paddock Ducati tahun ini, merupakan pembalap Ducati terakhir yang dapat gelar juara dunia di pabrikan Italia tersebut.  Dia menjadapat gelar juara dunia MotoGP pertamanya pun dengan motor Desmosedici GP07nya itu.

Namun siapa sangka, ternyata Stoner lebih menyukai tim Honda Repsol, tempat ia mendapatkan juara dunia MotoGP ke-2nya. Tidak hanya itu, bahkan Stoner justru lebih menyukai motor Honda RC213V 2012nya dibandingkan Desmosedici GP07.

“Di Ducati, kami memiliki suasana yang cukup ketat. Saya bahkan tidak bisa melihat data rekan setim saya untuk mengetahui progress dan dimana saya berbuat salah untuk lebih kencang lagi.” Tukas Stoner dengan sembari curhat.

Tidak hanya itu, setelah 2007, Stoner mengalami banyak permasalahan dan tidak bisa selalu berada di depan dengan Ducati. “Kami sangat sengsara dengan Ducati, kami menggenjot motor layaknya ‘neraka’ setiap serinya. Namun Jorge, Rossi, dan Dovi selalu lebih kencang. Bahkan di Motegi 2010, saya menjalani balapan dengan ritme seperti Qualifying setiap lap. Rasanya capek banget.” Tambah Stoner yang dengan susah payah menguasai kuda liar Italia itu.

Berbanding terbalik ketika ia menjadi rekan setim Dani Pedrosa. “Saya baelajar banyak dari dirinya. Bahkan saya masih terkagum hingga sekarang. Entah bagaimana, ia selalu menemukan margin tertentu untuk menghasilkan motor yang lebih kencang, dan cara membawa yang lebih kencang.” Puji Stoner kepada Pedrosa.

Tentu saja Stoner tidak menyamakan settingan motor dengan Pedrosa, “Namun saya lihat bagaimana ia menyerang titik – titik tertentu di suatu sirkuit. Dan di beberapa sirkuit, Pedrosa selalu ‘menghancurkan’ saya.” Tambah dirinya tanpa membanggakan dengan berlebihan.

Karena itu pun, Motor favorit milik Stoner adalah Honda RC213V tahun 2012. “Meskipun begitu saya lebih memilih ban pada tahun 2011. Ban 2012 benar – benar membuat motor tidak bisa dikendalikan. Ban sering terlontar 3/4 inci dari aspal, padahal motor kami memiliki tenaga yang baik pada tahun 2012.” Tutupnya yang akhirnya pensiun di tahun 2013.

Raider