Tanpa Control Traction, Francesco Bagnaia Tidak Seganas “Itu” di Lintasan Balap? Tuh Kata Casey Stoner!

Maniakmotor.com — Stoner memang terkenal vocal mengkritik peningkatan teknologi yang melekat pada kuda besi di MotoGP. Kali ini doi berbicara mengenai Control Traction, baginya tanpa aspek tersebut para pembalap yang selalu ada di baris terdepan, seperti Pecco Bagnaia sekalipun tidak akan mendapatkan hasil yang sama.

Kita tahu kalau Traction Control membuat balapan menjadi lebih mudah, karena mau segas-gas apapun pembalap toh akan tetap dibatasi dengan adanya aspek tersebut. Bisa dikatakan traction control meningkatkan kinerja para pembalap, dalam hal ini dengan mengurangi ketinggian dan membatasi wheelies.

Stoner mengungkapkan bahwa saat ini posisinya adalah motor bisa dibilang lebih penting daripada pembalapnya itu sendiri. Bisa ditebak, doi tidak setuju dengan realita tersebut.

Untuk menjelaskan situasi di MotoGP saat ini, doi memberikan analogi dengan pengalaman balapnya bersama Dani Pedrosa. Di Tahun 2011, Pedrosa lebih cepat dua per sepuluh dari Stoner, dengan motor yang sama. Namun, Pedrosa memiliki kemampuan luar biasa untuk mengutak-ngatik rem belakang sehingga menghentikan wheelie dan menambah jarak.

Sementara, sekarang? Elemen pengendali para pembalap tersebut seperti traksi, manajemen ban, dan risiko wheelie sudah jauh ditunjang kemajuan teknologi berbalut elektronik tersebut. Pungkas Stoner.

Ada beberapa pembalap yang berlari di depan yang menurut saya tidak akan mendapatkan hasil yang sama jika kontrol traksi dihilangkan. Mereka (para pembalap) seringkali lebih cepat dari yang seharusnya,” kata sang Juara Dunia MotoGP 2011 tersebut dilansir dari Crash pada Sabtu, 17 Februari 2024.

Kritik doi terhadap teknologi di MotoGP memamg tidak ada habisnya. Hal itu juga menjadi alasan Stoner yang pensiun di MotoGP pada usia 27 tahun.

MotoGP menjadi serial yang politis baginya. Sebagai mantan pembalap yang mengklaim dirinya cukup kritis, Stoner juga mengungkapkan ketika motor terlalu “banyak elektronik”, maka banyak kontrol roda pada motor itu sendiri yang kenikmatannya hilang. Intinya, too much teknologi ga selalu ok bagi doi. Hmmm gimana tuh?

Diva