Maniakmotor – Walau Bautista kembali ke Ducati, rekan timnya sudah berubah. Tidak akan ada Chaz Davies seperti 2019, atau temannya yang datang dari BSB Scott Redding. Meskipun begitu, Bautista yakin bisa mengendarai motor terbaiknya sama seperti di 2019.

Berbicara yang sebagai motor terbaik, sepertinya agak berebda untuk Redding yang tahun ini pindah ke BMW. Untuk Bautista, Ducati Panigale V4 mengantarkannya meraih 11 kemenangan berturut – turut, lalu dilengkapi dengan 16 kemenangan dan 24 podium menutup musim 2019. Namun berbeda dengan Redding dengan hanya 12 kemenangan dan 37 podium selama 2 tahun (61 penampilan).

Tambah aneh lagi saat tahu Redding lebih terbiasa dengan Panigale V4. “Saya masuk ke WSBK dengan pengalaman dari 0, dia dari BSB sudah 1 tahun mengendarai motor tersebut. Motornya juga lebih baik satu tahun dari saya, dimana pastinya ada perkembangan”, tukas Bautista dengan terheran – heran saat melihat data Redding.

Redding di BSB

Kalau kata Bautista, itulah kenyataannya, banyak yang tidak mengira WSBK juga susah untuk dikendarai. “Banyak yang berpikir mentang – mentang dari MotoGP. Namun saya sendiri beruntung waktu itu memiliki perasaan yang baik dengan motor dan dapat mengendarainya dengan cepat,” tambah sang pembalap dari Spanyol berumur 37 tahun itu.

Itu aja, masih Bautista lengkapi dengan kesalahan yang mengakibatkan dirinya gagal juara dunia. “Di tengah musim kami salah karena kurangnya data. Terutama di sirkuit yang saya jarang jumpai saat balapan MotoGP. Namun sekarang lebih siap, dan mari kita lihat apa yang bisa saya tunjukkan.

Doski udah naik Panigale V4 di Jerez. Dan pada awal Februari ini bakalan muncul di Portimao, dimana doski akan bertemu Toprak, juara dunia dan pahlawan dari Yamaha.

Raider 

BACA JUGA

MotoGP: Semakin Pede Taklukan Honda, Pol Espargaro Bantah “Motor Spesial Pesanan Marc Marquez”!