WSBK: Gagal Jurdun, Rea Tuntut Topseed Lebih Dari Kawasaki! Sering ‘Krisis’ Di Sirkuit Tertentu!

Maniakmotor – Jonathan Rea berharap Kawasaki bisa membawakan performa lamanya ke atas meja 2022. Pasalnya ia mengalami banyak ‘mode krisis’ pada banyak sirkuit tertentu. Itu juga menjadi salah satu penyebab hilangnya gelar juara dunia yang sudah enam kali ia pertahankan tersebut.

Tentu kemenangan Toprak tahun ini menjadi titik ubah sejarah baru di WSBK. Meskipun begitu, kelihatannya Toprak akan membutuhkan upaya ekstra dengan Rea yang berencana untuk kembali dengan harapan lebih kuat di musim depan. Rea sendiri adalah orang yang bisa berturut – turut juara dunia dari 2016-2020, dan tentu pengalamannya sudah lebih banyak dari Toprak.

“Ya enggak terlalu banyak yang bisa juara dunia berturut – turut. Percaya deh, untuk menang dan selalu menang itu susah. Saya sendiri sudah merasakan, terutama ketika anda punya ‘beban’ di pundak untuk bertahan, rasanya capek.” Curhat Rea menceritakan 6 musim bertahan sebagai juara dunia di WSBK.

“Pada akhirnya tujuan masih sama, memperbaiki kesalahan dan menjadi lebih baik. Selain itu Kawasaki perlu meningkatkan diri, karena kami tahu motor ini adalah salah satu yang paling kompetitif di kelasnya. Sehingga saat ini butuh ‘polesan’ saja.” Tambah Rea dengan optimis.

Meskipun kalah, tentu saja Rea menikmati balapan tahun ini. “Wah, seru abis deh. Mulai balapan denga Scott dan tentu Toprak. Saya suka balapan seperti itu, dan semoga bakal banyak seperti itu di tahun – tahun berikutnya.” Jelas Rea yang sudah tidak sabar memulai tahun baru yang lebih kuat.

Kembali ke motor, ternyata kelemahan Kawasaki tahun ini ada di topspeed. “Kadang saya kehilangan 0.3 detik di trek lurus, menempatkan saya di mode krisis dan susah untuk mengatur ritme putaran penuh. Itu yang akan menjadi fokus utama untuk saat ini.” Tutup Rea berharap Kawasaki bisa segera memperbaiki dari uji coba di Desember mendatang.

Raider

BAGIKAN