Yamaha Endurance 2 Jam: Dapat Posisi Kedua, Begini Settingan Akai Jaya! Kompresi Standard!

Maniakmotor – Pada gelaran Yamaha Endurance Festival 18-19 Desember kemarin, pasukan Yamaha Akai Jaya yang terdiri dari Anggi Setiawan dan Ikhsan Lala itu boleh berikan posisi kedua. Mereka orang, berhasil finish 49,156 detik di belakang pasangan Rey Ratukore dan Aditya Fauzi.

Sebenarnya pada lap awal, tim Akai Jaya itu bisa saingi kecepatan Rey Ratukore, Faeroz, dan Alfi Husni yang sama – sama kencang. Catan waktu hingga akhir putaran pun konsisten di angka 1 menit 45 detik-an.

Artinya, mesin motor Anggi Setiawan tidak mengalami masalah selama menjalani perlombaan 2 jam tersebut. “Sangat disayangkan, karena kami mengalami kesalahan di strategi masuk pitm,” tukas Anggi Setiawan dengan menyesal.

Usut punya usut, Yogi MBKW2 juga mengaku, bahwa sebenarnya strategi mereka adalah masuk ke dalam pit setelah minimal 20 putaran. “Ternyata di putaran ke-12, Anggi merasa ada yang janggal di mesin. Sehingga ia masuk ke dalam pit untuk memeriksa. Namun ternyata, mesin kami aman-aman saja, saya rasa itu sedikit sugesti karena melihat Galang atau Alfi motornya jebol.” Sebut Yogi dengan tersenyum.

Yogi MBKW2

Yogi sendiri sudah menyetting motornya seaman mungkin. Saking aman, motor tersebut pastinya tidak akan terasa memiliki tarikan yang baik pada awal perlombaan. “Cuaca juga sedikit panas pada siang tadi, sehingga kita cari aman dulu. Pertama AFR kita turunkan di angka 11,8:1,” tukas Yogi, yang artinya perbandingan bensin lebih banyak ketimbang angin yang terhisap piston. Motor pasti akan terasa berat dan tidak menarik pembalapnya pada putaran – putaran bawah.

Tidak hanya itu, untuk memastikan motor bisa sampai finish dengan selamat, doski juga merubah pengaturan apinya. “Tadi kami juga menurunkan api dan kompresi, api sendiri di angka 38 karena memang ini kan ketahanan. Kecuali balapan 12 lap, mungkin kita langsung eksekusi,” lanjut Yogi.

Sehingga, Anggi yang merasa motor tidak enak sampai – sampai masuk ke pit pada balapan bagian awal, mungkin karena hal ini. “Soalnya jauh berbeda dengan Yamaha Sunday Race, yang kita membuat motor benar – benar untuk nyari time kencang, biasanya packing kita lepas satu untuk membuat kompresi lebih tinggi. Sementara ini kompresi standard, packing tetap sama seperti biasa,” tutup Yogi menjelaskan perbedaan yang benar – benar jauh.

Raider

BACA JUGA

Yamaha Endurance: Cetak Toprak Razgatlioglu atau Thomas Luthi, Begini Perbedaan Balap di Eropa dan Indonesia Menurut Minoru Morimoto!

MotoGP: Pindah Ke KTM, Guidotti Beberkan Kelemahan Zarco!

WSBK: Tes Jerez Selesai, Kelingking Lecuona Patah! Efek Pakai Showa??

MotoGP: Pembalap Pramac Ducati Jorge Martin Jalani Operasi Karena Cedera Awal Tahun!