Yamaha Endurance: Cetak Toprak Razgatlioglu atau Thomas Luthi, Begini Perbedaan Balap di Eropa dan Indonesia Menurut Minoru Morimoto!

Maniakmotor – Minoru Morimoto san, selaku presiden direktur Yamaha Indonesia memiliki banyak sekali pengalaman di balapan. Ia sendiri adalah mantan pembalap profesional yang memiliki pengalaman bejibun.

Untuk pengalaman balap sendiri misalnya, mulai dari 1996 Dutch Championship di Belanda, dengan pacuan 2 tak Yamaha TZ125. Kemudian balap ketahanan Suzuka 8 Hours 1999 dengan motor YZF-R1 dan Yamaha R6 Cup di Jerman (2007, Nurburgring), lalu Yamaha Classic Factory Racing di Jerman pakai TZ350 di Sachsenring (2010).

Selaku seorang direktur alias bos, ia juga memiliki banyak pengalaman di berbagai negara. Mulai dari menjadi Direktur Yamaha Motor France selama 5 tahun, General Manager Yamaha Motor Eropa (3 tahun) dan Presiden Direktur Yamaha Motor Germany (10 tahun). Selama menjadi direktur di negara – negara tersebut, ia juga bisa mencetak banyak pembalap – pembalap top, misalnya Toprak Razgatlioglu atau Thomas Luthi yang merupakan lulusan Yamaha R6 Cup di Jerman.

Pada Press Confrence pensiunnya kemarin, Minoru Morimoto ditanyakan langsung oleh Maniakmotor tentang perbandingan dengan pembalap Indonesia sendiri, yang bisa terhitung jari. Dan memang ada perbedaan yang signifikan antara balapan di Indonesia dan Eropa. “Di Eropa misalnya, banyak sekali perusahaan – perusahaan besar yang ingin mendukung balapan dan pembalap berprestasi. Sementara di Indonesia, ya udah mulai dikit sih, tapi masih kurang.” Jelas Minoru Morimoto yang menyentil pihak – pihak pemilik modal di Indonesia.

Namun selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa balap motor di Indonesia memang masih kalah kualitas dari segi kendaraa. “Sistem kejuaraan di Indonesia lebih cenderung memakai motor ber cc kecil seperti 250cc atau 150cc. Di sana (Eropa) tentu kita memakai 1000cc atau 600cc, yang membuat para pembalap lebih siap untuk terjun ke kejuaraan seperti WSSP atau WSBK.” Lanjut Minoru Morimoto yang sedikit prihatin.

Yamaha Endurance Festival sendiri merupakan produk dari keprihatinan Minoru Morimoto selaku Presiden Direktur Yamaha Indonesia. “Waktu itu saya pikir, kenapa tidak ada balapan ketahanan di Indonesia, sehingga saya jadikanlah Yamaha Endurance Festival. Rencananya acara ini akan saya buat lebih meriah lagi di masa depan.” Tutup Minoru Morimoto dengan optimis.

Raider

Yamaha Endurance Festival, Bima Aditya Tarungkan Syamsul Arifin dan Alfi Husni! Begini Strateginya!

Yamaha Endurance Festival: ROCK Alias R25 Owner Community Kaskus, Turun Di R25 Profesional! Uji Kapasitas Mesin Motor!

WSBK: Tes Jerez Selesai, Kelingking Lecuona Patah! Efek Pakai Showa??

MotoGP: Pembalap Pramac Ducati Jorge Martin Jalani Operasi Karena Cedera Awal Tahun!