Yamaha Endurance Festival: Presiden Yamaha Indonesia Siap Lawan Yang Muda-Muda! “Tim Orang Tua”,Balapan Terakhir Dalam Karir!

Maniakmotor – Pada gelaran QTT kelas 150cc Yamaha Endurance Festival 18-19 Desember minggu ini, ada beberapa sosok tidak terduga yang muncul. Misalnya Minoru Morimoto, Presiden Yamaha Indonesia yang memang langganan gelaran Yamaha Endurance Festival ini.

Sungguh membuat mulut menganga saat kita tahu umur dari Minoru Morimoto san yang sudah berusia 61 tahun itu. Ditambah lagi dengan performa Minoru Morimoto yang masih terbilang kompetitif, dengan peraihan waktu tercepat 2 menit 12,352 detik di posisi ke-13 dan dengan waktu kombinasi di urutan ke-15 dengan catatan waktu 2 menit 10,543 detik mewakili Yamaha Racing Indonesia.

Minoru Morimoto yang taat protokol kesehatan dan selalu berada di Rumah itu bahkan mengaku ia tidak pernah latihan selama dua tahun ini. “Bahkan latihan fisik pun tidak pernah. Di rumah saya benar – benar tidak berlatih, dan fokus bekerja serta beraktivitas sendiri, hehe.” Tukas Morimoto sambil tertawa di belakang maskernya.

Meskipun jarang berlatih Morimoto katanya punya senjata rahasia yang ampuh, “Akibat wfh, berat badan saya berkurang. Bahkan sejak tahun 2019, sudah turun 9 kilo gram, dan itu bisa menjadi senjata saya buat balapan ini. Sayangnya tenaga dan otot juga sedikit ngilang, hehe.” Canda dirinya.

Morimoto yang sudah datang dari hari Kamis di Sirkuit ini dan mengendarai All New R15nya itu merasa dirinya tidak akan kalah dengan pembalap – pembalap muda lainnya. “Bahkan saya berekseptasi untuk bisa lebih kencang dari saat ini, namun saat ini tubuh sudah tidak bisa. Eh tapi, masih bisa disyukuri lantaran ini aja saya mengalahkan setengah pembalap yang ada.” Terang Morimoto sekaligus mengomentari urutannya di ke-15.

Rekan Morimoto yang jauh lebih muda dari dirinya juga dapat dikategorikan sebagai orang tua, “Shu Sato san berumur 35-36an, ya setengah umur saya. Namun dia sendiri juga masih mengingat – ngingat sirkuit karena juga sudah dua tahun tidak aktif. Ya wajarlah, ‘Tim orang tua’, kwkwkw.” Jelasnya tentang persiapan bersama.

Komentarnya pada aspal juga sama seperti pembalap lainnya yang kaget. “Buruk, saya berekspetasi dengan istilah ‘baru’, maka aspal akan lebih baik. Ternyata justu di tikungan – tikungan penting aspalnya makin ancur. seperti tikungan 1-2-3, atau s kecil, dan tikungan terakhir, kaget deh.” Curhat Morimoto yang merasa ini juga mempengaruhi banget performanya.

Meskipun begitu, Morimoto percaya dengan tunggannya yang siap membantunya finish di urutan terdepan. “Mesin tentu saja standard, namun handling – handling motor sangatlah nyaman. Tidak hanya itu, rasanya seperti membawa diri sendiri alias ‘neutral handling’. Dengan motor ini kami berencana untuk bisa naik di podium tertinggi.” Tutup Morimoto dengan optimis.

Raider