Yamaha Sudah Tak Mau Terlalu Kaku Kembangkan Yamaha M1 2024! Lin Jarvis: Ada Tiga Fase Pengembangan M1!

Maniakmotor.com — Massimo Bartolini, mantan insinyur pabrikan motor eropa tercepat di dua tahun terakhir, digaet oleh Tim Yamaha sebagai Direktur Teknis di MotoGP 2024. Nantinya, pria berdarah Italia tersebut, akan banyak bekerja untuk memgembangkan mesin M1 supaya lebih gacor.

Kita tahu, bahwa pabrikan Jepang satu ini beriklim konservatif dalam segala lingkupnya (dalam hal ini tim balap) terutama pada stuktur SDM yang dilibatkan, yah 11 12 sama pabrikan sesama Negara yang logo hati lah ya.  Dengan masuknya Bartolini, kehadiran doi telah cukup mengubah sistem kerja Yamaha yang amat jepang-centrist dan konservatif itu lho. Wah gimana tuh?

Hal tersebut disampaikan oleh Lin Jarvis, selaku Direktur Operasional Yamaha Racing, doi bilang bahwa masuknya Bartolini ke Yamaha untuk pengembangan M1 mereka adalah sebuah fase ketiga dari segala proses yang tim jalani.

Jadi, terdapat tiga fase yang sudah dilalui oleh Yamaha. Fase perdana adalah di tahun 2022, saat di mana sebuah potensi dan peluang yang diciptakan oleh Yamaha sendiri untuk lebih melihat ke dunia yang luas, dengan melakukan penambahan tenaga kerja asing (eropa) dan diperolehnya pengetahuan terhadap pabrikan lain yang non jepang. Yap, ini layak bisa dinilai sebagai dobrakan Yamaha terhadap kejepangan sentris mereka.

 

Masuk ke fase kedua, adalah dimulai dari Agustus 2023, ketika Yamaha memulai kolaboradi dengan Dallara, untuk membantu mereka melalukan perubahan pada ketertinggalan motor mereka berupa Aerodinamika. Boleee juga

 

Lanjut lagi, ke fase ketiga, yakni bergabungnya satu per satu Insinyur Italia mantan Ducati, mulai dari Marco Nicotra di Oktober 2023. Hingga, Max Bartolini di Februari 2024 yang dikabarkan akan dikontrak Yamaha psda bulan Januari nanti.

Itulah ketiga fase yang Yamaha telah upayan guna menghapus sistem laki-laki jepang “di tengah”. 

“Ini semua adalah sebuah proses karena Anda tidak mengubah seluruh metode kerja Anda dalam semalam. Tapi kami tahu kami perlu berubah. Kami tahu kami perlu mempercepat. Kami tahu kami harus tidak terlalu konservatif,” ucap Jarvis dalam kesempatan diwawancarai Crash.net pasa Sabtu, 2 Maret 2024.

Doi juga ungkapkan kalau “Kami perlu membuka pikiran kami dan terutama efisiensi yang kami kerjakan saat tes atau balapan akhir pekan. Kami bisa melakukan jauh lebih baik dan Max akan memberi kami pengetahuan dan pengalaman dari luar dan bekerja untuk menciptakan, bukan sistem Ducati, tetapi untuk menciptakan sistem Yamaha generasi baru.” sambung Jarvis di akhir momen.

Diva-